Qunut Shalat Subuh

Assalamu’alaikum sahabat, berjumpa lagi nih hari, kali ini admin posting atikel shalat yang sangat bermanfaat, yaitu qunut shalat subuh, mungkin dari kalangan saudara kita yang semuslim banyak yang belum mengetahui apa hukum membaca qunut subuh, Baik kalau gitu! admin akan menjelaskan apa hukum membaca qunut subuh. Membaca qunut ketika shalat Subuh adalah sunnah Nabi saw. yang terus berlangsung. Pendapat ini didukung oleh sebagian besar salaf saleh dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama-ulama setelah mereka. Dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa: “Sesungguhnya Nabi saw. membaca qunut selama satu bulan guna melaknat mereka (suku Ra’l, Dzakwan dll), lalu beliau meninggalkannya.Sedangkan dalam shalat Subuh, maka beliau terus membaca qunut sampai meninggal dunia.” Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh beberapa orang hufâzh dan mereka pun menshahihkannya, sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dan lainnya. Pendapat ini diambil oleh para ulama Syafi’iyah dan Malikiyah dalam pendapat yang masyhur. Menurut mereka, membaca qunut dalam shalat Subuh secara mutlak dianjurkan. Mereka menafsirkan riwayat-riwayat mengenai penghapusan hukum (nasakh) qunut atau larangan membacanya dengan mengatakan bahwa doa yang dilarang adalah mendoakan keburukan (melaknat) untuk kaum tertentu, bukan larangan membaca qunut secara mutlak. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa membaca qunut pada shalat Subuh hanya dianjurkan ketika terjadi bencana-bencana yang menimpa kaum muslimin. Dengan kata lain, bila tidak terjadi bencana yang menuntut dibacanya doa qunut, maka membacanya tidak dianjurkan. Ini adalah pendapat ulama Hanafiyah dan Hanabilah. Dengan demikian, jika terjadi suatu bencana yang menimpa kaum muslimin, maka tidak ada perpedaan pendapat mengenai anjuran membaca qunut dalam shalat Subuh. Sedangkan yang masih diperdebatkan adalah membacanya dalam shalat-shalat wajib yang lain. Dalam permasalahan terakhir ini, sebagian ulama, seperti ulama Malikiyah, berpandangan bahwa membaca qunut hanya terbatas pada shalat Subuh saja. Sedangkan sebagian yang lain, seperti ulama Hanafiyah, berpendapat bahwa doa qunut dibaca dalam semua shalat jahar (salat yang bacaannya dibaca dengan keras). Adapun ulama Syafi’iyah, dalam pendapat yang shahih, berpendapat bahwa qunut dibaca di seluruh shalat-shalat wajib. Mereka mencontohkan bencana ini dengan wabah penyakit, paceklik (kekeringan), hujan yang merusak perkampungan dan tanaman, takut terhadap musuh dan tertangkapnya seorang ulama. Kesimpulannya adalah bahwa perbedaan para ulama dalam masalah membaca qunut dalam shalat Subuh hanya terbatas pada kondisi ketika tidak terjadi bencana. Adapun jika terjadi bencana, maka para ulama sepakat mengenai anjuran untuk membacanya dalam salat Subuh, sedangkan dalam shalat-shalat wajib lainnya maka masih diperselisihkan. Dengan demikian, pembacaan qunut dalam shalat Subuh adalah masyru’ dengan kondisi umat Islam saat ini. Karena umat Islam saat ini sedang ditimpa dengan berbagai bencana, musibah dan wabah penyakit serta rongrongan para musuh dari semua penjuru. Semua ini menuntut kita untuk memperbanyak doa dan munajat kepada Allah dengan harapan Allah menjauhkan kejahatan musuh dari kita, mengembalikan wilayah kita yang dirampas dan membuat bahagia Nabi kita Muhammad saw. dengan kemenangan umatnya serta kembalinya kehormatan mereka yang terampas. Sesungguhnya Allah Maha Dekat dan Maha Mengabulkan permintaan. Hal ini jika kita melihat bahwa bencana tersebut terus berkelanjutan dan tidak pernah berkesudahan.
Namun, seseorang yang berpendapat bahwa suatu bencana hanya terbatas pada waktu tertentu yang tidak lebih dari satu bulan atau empat puluh hari, maka dia tidak boleh menyalahkan orang yang membaca qunut ketika shalat Subuh. Karena orang yang membaca qunut ini telah mentaklid (mengikuti) pendapat salah satu imam mazhab yang diperintahkan untuk diikuti. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (An-Nahl [16]: 43).Barang siapa yang mentaklid imam yang berpendapat lain dalam masalah ini yang menurutnya benar, maka dia tidak boleh mengingkari orang yang membaca qunut, karena sesuatu yang menjadi perbedaan pendapat tidak boleh diingkari. Di samping itu sebuah ijtihad juga tidak bisa dibatalkan dengan ijtihad lain.

Sudah tidak jamannya lagi kita ribut masalah qunut Subuh. Yang perlu kita urus adalah bagaimana caranya agar saudara-saudara kita mau shalat Subuh berjamaah di masjid. Setuju?

Advertisements

About Jamaah Blog Sehat

Pemrakarsa Jamaah Blog Sehat Indonesia
This entry was posted in Qunut Subuh and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s